Text
Dialog demokrasi dalam 140 karakter
Buku ini mengulas dinamika praktik demokrasi di era digital, khususnya melalui media sosial seperti Twitter. Penulis menyoroti bagaimana keterbatasan ruang karakter tidak menghalangi terbentuknya diskursus publik yang kritis dan partisipatif. Analisisnya menunjukkan bahwa demokrasi modern tidak hanya berlangsung di ruang politik formal, tetapi juga di ruang maya tempat warga berdialog, berdebat, dan mengekspresikan pandangan secara bebas.
No other version available