Text
Ironi eksistensi regulator media di era demokrasi : studi evaluatif terhadap peran regulator media dan komunikasi dalam menegakkan demokrasi di Indonesia
Buku ini mengulas secara kritis peran lembaga-lembaga regulator media dan komunikasi di Indonesia—seperti Dewan Pers, Lembaga Sensor Film (LSF), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Informasi (KI), dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)—dalam konteks demokrasi pascareformasi. Melalui pendekatan studi evaluatif, penulis menyoroti ironi yang muncul antara semangat demokratisasi dan praktik regulasi yang sering kali justru membatasi kebebasan berekspresi. Setiap bab membahas aspek kelembagaan, kendala struktural dan kultural, serta problem independensi regulator dalam menegakkan nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan informasi publik. Buku ini menegaskan pentingnya reformasi kelembagaan regulator media agar mampu menjamin kebebasan pers dan hak masyarakat atas informasi secara seimbang dan berkeadilan.
No other version available